La Furia Roja: Trofi Baru Dari Pelatih Baru

Bola arena

Bolaarena.com – Timnas Spanyol sukses juarai UEFA Nations League 2023. Mereka berhasil tundukkan Timnas Kroasia via babak adu penalti.

Ini merupakan trofi perdana dari pelatih baru mereka, Luis de la Fuente. Bagaimana cerita dari sang jawara? Simak ulasan berikut!

Read More

Catatan Sebelum Laga

Partai final berlangsung pada 19 Juni pukul 01:45 WIB. Stadion Feijenoord, Belanda jadi saksi pertemuan kedua tim.

Laga dipimpin oleh wasit Felix Zwayer asal Jerman. Kroasia pada laga ini punya peringkat FIFA lebih tinggi (7) ketimbang Spanyol (10).

Pada laga ini Spanyol menghadapi Kroasia untuk ke-10 kalinya di semua kompetisi. Termasuk pertandingan persahabatan.

La Roja mampu memimpin rekor head-to-head dalam sembilan pertemuan terakhir. Catatan lima kemenangan berhasil mereka bukukan dengan satu imbang dan tiga kemenangan untuk Kroasia.

Kroasia menang 4-2 atas Belanda di semifinal yang digelar di De Kuip. Kemenangan tersebut membawa mereka untuk memperebutkan gelar internasional pertama mereka.

Sebelumnya  mereka berhasil naik podium di dua Piala Dunia beruntun. Kini tim asuhan Zlatko Dalic memiliki kesempatan untuk mengukir nama mereka lebih jauh di kancah eropa.

Sementara Spanyol berhasil mengalahkan Italia 2-1 dalam pertandingan semi final di Stadion De Grolsch Veste. Di mana tim asuhan Roberto Mancini harus tersingkir oleh gol telat dari Joselu.

La Furia Roja belum pernah meraih gelar apapun sejak kemenangan mereka di Euro 2012. Sang pelatih kepala, Luis de la Fuente berharap laga ini dapat memberikan jejak emas pada tim nasionalnya. Misinya adalah mengoleksi gelar pertama dalam masa kepelatihannya.

Dalic hanya melakukan satu perubahan pada susunan pemain yang mengalahkan Belanda di babak semi final. Pada posisi bek tengah, Vida turun ke bangku cadangan untuk digantikan Martin Erlic.

Skuad Kroasia juga kehilangan pemain yang biasa tampil sebagai starter, Josko Gvardiol. Cedera pangkal paha memaksanya untuk absen.

De la Fuente melakukan dua perubahan pada starting XI-nya dari kemenangan di semi final. Ruiz menggantikan Merino di lini tengah untuk mendampingi sang pemenang Liga Champions, Rodri.

Sedangkan Asensio menjadi starter pada laga ini. Ia bermain di depan Rodrigo sebagai sayap kanan.

Spanyol belum pernah kalah dalam 17 pertandingan mereka di semua kompetisi ketika sang gelandang Ruiz menjadi starter. Catatan 10 kali menang dan tujuh imbang menjadi pegangan sebelum laga.

Sebuah rekor tak terkalahkan bagi pemain manapun untuk tim nasional Spanyol sejak Agustus 2010. Rekor ini sekaligus membawa Spanyol untuk menjuarai Nations League.

Spanyol punya ambisi besar untuk menjuarai gelar internasional kelima mereka. Setelah sebelumnya mereka berhasil di Piala Dunia 2010, Euro 1964, 2008, dan 2012.

Kesuksesan mereka di Nations League adalah kesuksesan pertama mereka sejak Euro 2012. Kala itu mereka mengalahkan Italia di partai final 4,004 hari sebelum laga ini.

Jalannya Pertandingan

Spanyol dan Kroasia memasuki babak pertama pertandingan dengan kedudukan 0-0. Sebuah kesalahan dari Livakovic hampir saja memberikan La Furia Roja sebuah gol.

Perisic dua kali mengancam gawang Simon di babak pertama. Namun peluangnya tak satupun berbuah gol untuk Kroasia.

Dalic mungkin tak terlalu kecewa dari performa Kroasia pada babak pertama. Mereka cukup banyak menguasai bola dengan trio gelandang Modric, Brozovic dan Kovacic menjadi pusat permainan.

Sebaliknya, De la Fuente harus melihat opsi lain bangku cadangan pada babak pertama. Setelah La Furia Roja gagal menunjukkan kualitas mereka.

Tidak ada gol yang menyudahi perlawanan Kroasia dan Spanyol. Hasil imbang tanpa gol setelah 90 menit pertandingan di partai final.

Kroasia mendominasi sebagian besar babak kedua tanpa mendapatkan hasil. Sedangkan Fati melepas tendangan yang hampir menjadi gol. Namun sayang masih dihalau dari garis gawang oleh Perisic.

Kroasia dan Spanyol masih belum hasilkan gol setelah 120 menit pertandingan. Peluang-peluang yang tercipta di babak perpanjangan juga tak banyak. Babak adu penalti menanti mereka.

Babak Adu Penalti

Adu penalti akan dilakukan di sisi pendukung Kroasia. Tim asuhan Dalic mengambil tendangan penalti pertama. Berikut adalah urutan penalti kedua tim.

Kroasia: Vlasic (v), Brozovic (v), Modric (v), Majer (x), Perisic (v), Petkovic (v).

Spanyol: Joselu (v), Rodri (v), Merino (v), Asensio (v), Laporte (x), Carvajal (v).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *