Mengapa Lionel Messi Memilih Bergabung ke Major League Soccer Amerika?

Lionel Messi
#image_title

Banyak fans bola sudah tahu bahwa pusat industri sepak bola terbaik ada di Eropa. Lionel Messi, sebagai pemain top ternyata memutuskan pergi dari liga yang ada di Eropa dan bergabung ke liga Amerika.

Liga Amerika atau lebih dikenal dengan nama Major League Soccer (MLS), jarang mendapatkan perhatian. Walaupun sepak bola Amerika berkembang baik sejak World Cup 2018, mereka tetap jauh kualitasnya dengan liga di Eropa.

Read More

Apa yang membuat Messi bergabung di liga yang kurang mendapatkan sorotan ini? Apakah uang? Koneksi? Atau ada alasan pribadi tersendiri?

Keputusan yang Tidak Diduga Banyak Pihak

Messi sebagai pemain tingkat atas tidak perlu diragukan lagi. Banyak pihak sudah mengajukan undangan dan tawaran bagi pemain yang satu ini. Contoh kabar yang sudah dikonfirmasi adalah tawaran tim Saudi Arabia dari tim Al-Hilal yang bernilai tinggi.

Namun, tawaran tinggi tersebut tidak berbuah apa – apa. Beberapa waktu lalu, diskusi dari pengamat bola membahas bahwa Messi hanya mau main di Barcelona. Sayangnya dirinya tidak akan mampu bermain di bawah Barcelona lagi karena ada aturan FFP (Financial Fair Play).

Bagi yang tidak tahu, FFP mengatur bahwa tiap klub di Eropa tidak boleh memiliki status kerugian atau hutang mencapai 30 juta Euro dalam periode tiga tahun. Barcelona sekarang ada dalam status hutang besar karena telah berhasil membeli kontrak beberapa pemain ternama.

Aturan FPP sendiri bagus tujuannya. Hal ini memastikan para klub memiliki batasan finansial untuk kontrak pemain bintang. Tanpa batasan ini, banyak klub dengan kantong besar dan kemampuan hutang, akan memborong banyak pemain berkelas atas.

Kabar Messi hanya mau main di Barcelona ini ternyata benar. Pada wawancara dengan Mundo Deportivo dan beberapa majalah sport ternama, mendapatkan jawaban tidak terduga.

Dirinya memutuskan keluar dari PSG (Paris Saint Germain) dan memilih keluar dari liga di Eropa. Pilihan ini karena ia hanya ingin main di Barcelona di area Eropa. Karena FPP, tentu Messi tidak dapat mewujudkan impian tersebut. Hasilnya, ia memutuskan pergi ke liga Amerika yaitu Major League Soccer.

Dalam wawancara itu, Messi juga menegaskan bahwa proses dealnya belum 100% selesai. Ia dan team-nya masih berusaha masuk Barcelona, tapi jika memang tidak bisa, dirinya akan keluar dari liga Eropa.

Klub Amerika Mana yang Dipilih Lionel Messi?

Untuk pilihan klub, Messi menyatakan akan masuk Inter Miami. Banyak orang mengira bahwa pilihan masuk Inter Miami lebih besar daripada tawaran tim Saudi Arabia yang capai 300 juta Euro. Sayangnya, penjelasan kontrak ini masih tidak transparan, jadi jawaban ini masih belum ada kebenarannya.

Dari bocoran informasi majalah The Athletic, kemungkinan bayaran tidak sebesar penawaran Saudi Arabia. Walaupun begitu kontrak Inter Miami akan menghubungkan Messi dengan 2 sponsor penting. Tim Inter Miami mendapatkan backing Adidas dan Apple secara langsung. 

Hal lain yang membuat Inter Miami menarik adalah kebijakan ownership stake. Hal ini berupa besaran saham di dalam klub bola. Saat performa klub bola sukses, harga saham klub pasti nai nilainya. Jika Messi sebagai pemain memiliki ownership stake, kekayaan dari aset saham yang ia miliki juga ikut naik.

Kebijakan ini memastikan para pemain tidak hanya untung dari segi gaji. Semakin pemain bermain bagus dan mendorong nama Inter Miami, makin besar juga perkembangan aset yang mereka miliki. Bisa dibilang kebijakan ini untuk berkembang dan sukses bersama antara klub dan pemainnya.

Alasan Lain Masuk Liga Amerika Ternyata Lebih Personal

Alasan utama Messi keluar dari Eropa memang karena tidak bisa masuk Barcelona. Namun, ada beberapa faktor lain yang mendukung keputusannya main di Amerika lebih bulat. Alasan ini ternyata untuk kesehatan gaya hidup keluarga dan juga mentalnya.

Bermain di Eropa memang mendatangkan banyak sorotan fans bola dunia. Namun, bertanding di sini jauh lebih tinggi tingkat persaingannya. Messi harus fokus ke bola dan akan lebih sulit menyeimbangkan kehidupannya bersama keluarga.

Jika di MLS, persaingannya tidak terlalu tinggi dan perhatiannya bisa lebih fokus pada keluarga. Dari banyak sumber, Messi memutuskan hal ini setelah mencapai prestasi tinggi di World Cup 2022 lalu. Sekarang ia ingin lebih hidup seimbang tanpa harus tertekan dengan prestasi.

Tentu saja permainannya di Amerika nanti tidak hanya santai – santai saja. Ia tetap ingin menang dan termotivasi untuk mendorong Inter Miami menjadi juara di liga Amerika. Hanya saja, tekanan permainan tidak akan setinggi jika masih bergabung dengan liga Eropa.

Bagaimana Prediksi Kedepannya?

Sejak pemberitaan Lionel Messi masuk MLS, banyak diskusi soal bagaimana prediksi karir pemain bintang ini berkembang. Ada yang merasa kecewa Messi keluar dari persaingan bintang di Eropa. Namun, ada juga yang ingin mengikuti sepak terjang Messi di liga yang jarang diperhatikan ini.

Sebagian besar sayangnya memprediksi nama Messi akan turun pamornya. Kemungkinan besar, Messi hanya akan muncul namanya saat berperan sebagai timnas Argentina. Di luar itu, hanya berita MLS tidak akan terlalu diperhatikan oleh fans bola pada umumnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *