Prancis Jinakkan Yunani, Mbappe Ukir Rekor Lagi

Bola arena

Bolaarena.com – Kylian Mbappe mencetak gol semata wayang yang membuat Prancis hempaskan Yunani pada ajang kualifikasi Piala Eropa 2024. Siapa sangka, gol Mbappe ini membawa namanya makin melambung. Striker PSG kini mengukir rekor baru yang mensejajarkannya dengan nama legenda Prancis.

Menang Tipis Kontra Yunani

Prancis menghadapi Yunani dalam partai lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2024, Selasa (20/6). Hasilnya, Prancis mendominasi permainan. Tetapi anak asuh Didier Deschamps hanya mampu memenangkan laga dengan skor 1-0, buah gol semata wayang Kylian Mbappe.

Les Blues yang merupakan tim unggulan berusaha membongkar pertahanan Yunani sejak menit awal. Tetapi tidak ada gol yang bisa mereka ciptakan sepanjang 45 menit pertama. Yunani tidak banyak berkembang, sementara itu, tetapi mereka bisa menjaga gawang mereka tetap perawan.

Baru pada babak kedua, petaka hadir buat Yunani pasca pelanggaran keras Konstantinos Mavropanos menerjang Antoine Griezmann. Pelanggaran tampaknya akan berbuah kartu merah, tetapi wasit tidak mengeluarkan kartu merah buat sang defender.

Penalti sempat diulang akibat kiper Yunani Vlachodimos maju sebelum bola ditendang. Kendati demikian, Mbappe yang maju mengambil penalti berhasil menjebol gawang Vlachodimos, walau eksekusi pertama bisa dimentahkan.

Yunani harus bermain dengan sepuluh pemain manakala Mavropanos pada akhirnya dihadiahi kartu merah. Mavropanos terpaksa menjatuhkan Randal Kolo Muani dengan keras dalam situasi satu lawan satu. Wasit mengeluarkan Mavropanos, membuat Prancis unggul jumlah pemain.

Tetapi, keunggulan jumlah pemain Prancis tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh armada Deschamps. Memang, mereka masih mendominasi mayoritas jalannya pertandingan. Tetapi Yunani bertahan dengan baik, menjaga gawang mereka cuma kebobolan sekali saja.

Lewati Rekor Abadi

Hampir tidak ada yang istimewa dalam pertandingan Prancis kontra Yunani, terkecuali Mbappe yang lagi-lagi menoreh rekor. Memang, gol yang dicetak Mbappe lewat titik putih terkesan minim usaha. Tetapi gol inilah yang mengantarnya mencatat tinta emas sekali lagi.

Dengan golnya ke gawang Yunani, praktis Mbappe telah mencetak 54 gol sepanjang musim ini. Rinciannya adalah 41 gol bersama klubnya PSG, sementara 13 gol lainnya ia cetak saat memperkuat Prancis.

Berkaca ke belakang, rekor gol terbanyak dalam satu musim masih dipegang oleh legenda Prancis, Just Fontaine. Fontaine pada musim 1957/1958 menyarangkan 53 gol, untuk tim dan timnas, membuatnya menyabet rekor kala itu.

Sekadar pengingat, Fontaine yang meninggal pada bulan Maret itu adalah salah satu legenda yang luar biasa. Meski pensiun dini pada usia 29 tahun, Fontaine dikenal sebagai pencatat rekor abadi. Tidak ada yang sanggup menandingi rekor Piala Dunia miliknya.

Pada Piala Dunia 1958, Fontaine mencetak 13 gol. Tak hanya menjadi top skorer edisi kala itu, Fontaine abadi sebagai top skorer Piala Dunia sepanjang masa. Tidak ada satupun pemain yang mampu mencetak lebih dari 13 gol dalam satu Piala Dunia.

Sekarang, salah satu pencapaian Fontaine berhasil dilewati Mbappe, padahal rekor tersebut sudah bertahan 65 tahun. Mbappe akan ikut mentas bersama Prancis pada Piala Dunia 2026, dan praktis ada kans ia melewati capaian abadi Fontaine.

Gol yang dicetak Mbappe dalam partai kontra Yunani juga menerbangkannya ke posisi lima besar top skorer Prancis. Total 40 gol sudah ia cetak dari 70 penampilan yang ia mainkan. Mendekati catatan Michel Platini yang mengemas 41 gol dari 72 laga.

Olivier Giroud yang sampai saat ini masih bermain, ada dalam puncak rantai, dengan torehan 54 gol buat Les Bleus. Legenda Arsenal Thierry Henry ada di urutan kedua dengan 51 gol. Sementara Antoine Griezmann menempati empat besar dengan 43 gol.

Sempurna, Tapi Harus Berbenah

Buat Prancis sendiri, kemenangan atas Yunani membuat mereka makin perkasa di Grup B. Pasukan Deschamps menjaga rekor sempurnanya, nir kekalahan dan nir bobol dari empat pertandingan yang dimainkan.

Deschamps memuji anak asuhnya, menyebut penampilan mereka sejauh ini adalah sebuah peningkatan dari apa yang ditampilkan pada Piala Dunia. Skuad yang ia pakai dihuni mayoritas pemain muda. Itulah yang membuat Deschamps terkesan dengan peningkatan timnya.

Namun, Deschamps mengaku masih ada banyak aspek yang harus dibenahi sebelum mentas di Jerman 2024. Mentalitas tim untuk membunuh permainan, menurut Deschamps, belum ada dalam skuadnya. Tapi ia merasa hal ini masih bisa diasah seiring berjalannya waktu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *